IHGMA NTB: Okupansi Gili Matra Diprediksi Menguat di Akhir 2026
Catatan redaksi: Artikel ini disusun dengan bantuan AI berdasarkan sumber yang tercantum di bagian akhir, lalu diterbitkan oleh Redaksi Paket Lombok Wisata. Informasi dapat berubah; periksa sumber asli dan konfirmasi detail perjalanan sebelum berangkat.
Menurut laporan ANTARA NTB, IHGMA NTB menilai okupansi hotel dan vila di Gili Matra sempat turun pada periode tertentu dan berpotensi naik lagi menjelang akhir 2026, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru.
Pola musiman yang disebut IHGMA
Menurut laporan ANTARA NTB, Ketua DPD IHGMA Nusa Tenggara Barat, Lalu Kusnawan, menyampaikan optimismenya bahwa okupansi hotel dan vila di Gili Matra—Meno, Trawangan, dan Air—akan meningkat lagi pada akhir 2026. Pernyataan itu ia sampaikan di Mataram, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa pada pembahasan akhir 2026, periode awal November hingga pertengahan Desember akan mengalami penurunan rata-rata di bawah 50 persen karena dominasi wisatawan mancanegara. Menurut Kusnawan, tingkat pemesanan kemudian cenderung naik lagi pada akhir Desember sampai Januari seiring libur Natal dan Tahun Baru.
Catatan dari pelaku industri
Kusnawan juga menyebut target okupansi sekitar 75 persen masih diupayakan dengan berbagai cara, termasuk penyesuaian harga dan penjualan bundling kamar dengan aktivitas lain. Ia menilai dampak ajang internasional seperti MotoGP di kawasan tiga Gili lebih terasa setelah lomba usai, bukan saat balapan berlangsung. Ia juga menyampaikan perlunya koordinasi pengelolaan pariwisata yang lebih komprehensif agar tidak tumpang tindih antar lembaga.
Sebagai catatan perjalanan, sebelum memilih paket tour Lombok, paket wisata Lombok, atau paket liburan Lombok, sebaiknya konfirmasi detail fasilitas, tanggal perjalanan, dan kebijakan perubahan jadwal yang tercantum dalam penawaran.


